Thursday, July 11, 2013

puisi berjudul Idul fitri


Suara yang begitu merdu
mendayu-dayu penuh penghayatan
sehingga menggetarkan hati
membuat terjatuhnya air mata
Itulah suara takbir yang tengah di kumandangkan
tak henti-henti hingga waktu solat tiba
keramaian jalan tak seperti biasanya
membuat tersambungnya tali persaudaraan
Kata demi kata mereka lontarkan
kepada siapa yang mereka temui
demi sebuah kata yang begitu bermakna
mereka rela keliling menuju rumah warga
Minal’aidzin wal faidin
mohon maaf lahir dan batin
itulah kata yang selalu terucap
tapi tak membosankan
Karena dibalik kata itu memberi makna
yang tak terlupakan hingga nanti
tangis tawa dan sebagainya
mereka rasakan bersama tanpa rasa dendam
Sanak saudara berdatangan bersama
mereka tak memandang kata lelah
karena mereka ingin mendapat sebuah kata maaf
lontaran doa tak henti-henti
Mereka lontarkan kepada siapa yang dihadapannya
kepada siapapun yang telah pergi dari kehidupannya
sungguh moment istimewa untuk mereka
di hari idul fitri ini yang setiap tahun adanya

Untuk itu aku dan keluarga
mengucapkan mohon maaf lahir dan batin
untuk sahabat,pengurus,orang tua,guru
dan  semua yang telah mendidik kami

0 comments:

Post a Comment

 
;